bodoh “semu” dan bodoh “sungguhan”.
Yang dimaksud dengan bodoh“semu” adalah anak yang sebenarnya tidak bodoh, tetapi karena sesuatu atau beberapa hal menjadi bodoh. Misainya malas belajar karena kurang dorongan (motivasi), tidak senang kepada gurunya, tidak senang kepada sekolahnya atau beberapa temannya sehingga ogah-ogahan bersekolah, dan masih banvak lagi sebab-sebabnya. Anak-anak macam ini (bodoh semu) bila dites,
inteligensin.Nilai cukup tinggi.
inteligensin.Nilai cukup tinggi.
Yang kedua adalah bodoh “betulan” atau bodoh sungguhan. Anak bodoh golongan ini memang betul-betul bodoh. Ciri-ciri yang dapat kita lihat misalnya; sukar memusatkan perhatian; dalam permainan bersama sulit bermain sendiri, biasanya tergantung pada teman-temannya; mudah bingung; perhatiannya singkat; su lit berfikir abstrak; hanya mampu mengerjakan tugas-tugas yang sederhana; bila mendapat kesukaran mengatasinya dengan cara yang itu-itu juga, tidak mencoba dengan cara-cara (kemungkinan-kemungkinan) yang lain; perbendaharaan bahasa kurang; perasaannya biasanya tidak stabil dan sukar menyesuaikan diri pada kehidupan sosial.
Demikian ciri-ciri yang dapat dilihat. Namun untuk memastikannya sebaiknya diteskan IQ.Bila ternyata IQ (Intelligence Quotient) antara 75 — 90 (misalnya ‘82) maka anak tersebut digolongkan “anak, lambat” (slow learner), dan bila IQ-nya terletak antara 50 — 75 (misalnya 63), maka anak tersebut disebut anak dungu (mentally retarded). Anak “slo” learner” masih dapat mengikuti sekolah biasa, sedangkan anak dungu (mentally retarded) harus masuk sekolah khusus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar